
Assalamu ‘alaikum
Hai, sobat yang
dirahmati Allah. Perlu diketahui bahwa, memaafkan adalah sebuah proses
perdamaian dengan diri sendiri. Diawali dengan pengakuan akan adanya rasa
sakit, seseorang yang memberi maaf justru akan merasa lebih rileks untuk
menerima kondisinya. Dengan kondisi mental yang lebih rileks, seseorang juga
akan terhindar dari risiko penyalahgunaan alkohol dan obat terlarang. Risiko
tersebut umumnya dihadapi oleh para pendendam yang membutuhkan jalan pintas
untuk lepas dari beban emosi negatifnya.
Di dalam Al Qur’an dinyatakan bahwa pemaaf adalah sifat mulia yang terpuji. “Tetapi barang siapa bersabar dan memaafkan, sungguh yang demikian itu termasuk perbuatan yang mulia.” (Qur’an 42:43) Berlandaskan hal tersebut, kaum beriman adalah orang-orang yang bersifat memaafkan, pengasih dan berlapang dada, sebagaimana dinyatakan dalam Al Qur’an, “…menahan amarahnya dan memaafkan (kesalahan) orang lain.” (QS. Ali ‘Imraan, 3:134)
Sejumlah
penelitian telah membuktikan bahwa rasa benci, dendam dan permusuhan dapat
memicu tekanan darah tinggi. Sebaliknya, memaafkan bisa
meredakan stres dan menjaga jantung tetap sehat. Stres akan muncul ketika batin
seseorang terganjal oleh rasa kecewa atau tersakiti. Melupakan dan menganggap
benar sebuah kesalahan yang menyebabkan rasa sakit tersebut tidak selalu bisa
mengatasinya, kadang-kadang justru menambah beban di hati.
Tekanan
darah, denyut jantung dan kontraksi otot biasanya meningkat ketika seseorang
terlibat konflik, sehingga risiko serangan jantung dan stroke menjadi lebih
tinggi. Gejala tersebut akan mereda ketika konflik berakhir, atau akan lebih
cepat jika kedua pihak yang berkonflik saling bermaafan.
Sehingga, mereka yang mampu memaafkan adalah lebih sehat
baik jiwa maupun raga. Orang-orang yang diteliti menyatakan bahwa penderitaan
mereka berkurang setelah memaafkan orang yang menyakiti mereka. Penelitian
tersebut menunjukkan bahwa orang yang belajar memaafkan merasa lebih baik,
tidak hanya secara batiniyah namun juga jasmaniyah. Sebagai contoh, telah
dibuktikan bahwa berdasarkan penelitian, gejala-gejala pada kejiwaan dan tubuh
seperti sakit punggung akibat stress [tekanan jiwa], susah tidur dan sakit
perut sangatlah berkurang pada orang-orang ini.
Sedangkan
untuk bisa memaafkan, seseorang yang pernah merasa tersakiti akan melewati 4
tahap berikut ini.
1.
Mengakui dengan jujur adanya rasa sakit hati atau
kemarahan di dalam dirinya, sebagai akibat dari kesalahan orang lain.
2.
Memahami bahwa situasi tersebut tidak baik untuk
dirinya, sehingga harus diubah.
3.
Menemukan cara baru untuk menyikapi orang lain yang
telah membuatnya marah atau sakit hati.
4.
Memahami bahwa orang itu butuh dimaafkan, sebagaimana
dirinya juga ingin dimaafkan jika berbuat salah.
Namun jika
ada seseorang yang sulit untuk memaafkan, kesalahan mungkin ada pada cara
menyampaikan permintaan maaf. Menurut sebuah penelitian di University of Valencia, permintaan maaf lebih efektif jika
disampaikan melalui telinga kanan.
Sensor
pendengaran di sebelah kanan terhubung dengan belahan otak kiri, bagian yang
berhubungan dengan logika. Menurut peneliti, hal itu akan menyebabkan
permintaan maaf ditangkap dan diproses dengan lebih rasional.
Lalu, apa yang dimaksud dengan kemarahan itu?
Baiklah, kemarahan adalah sebuah keadaan
pikiran yang sangat merusak kesehatan manusia. Memaafkan, di sisi lain,
meskipun terasa berat, terasa membahagiakan, satu bagian dari akhlak terpuji,
yang menghilangkan segala dampak merusak dari kemarahan, dan membantu orang
tersebut menikmati hidup yang sehat, baik secara lahir maupun batin. Namun,
tujuan sebenarnya dari memaafkan -sebagaimana segala sesuatu lainnya - haruslah
untuk mendapatkan ridha Allah. Kenyataan bahwa sifat-sifat akhlak seperti ini,
dan bahwa manfaatnya telah dibuktikan secara ilmiah, telah dinyatakan dalam
banyak ayat Al Qur’an, adalah satu saja dari banyak sumber kearifan yang
dikandungnya.
So..
Jadi mulai sekarang kita harus saling memaafkan demi kesehatan kita juga..
Jangan pas lebaran aja ya.
So..
Jadi mulai sekarang kita harus saling memaafkan demi kesehatan kita juga..
Jangan pas lebaran aja ya.
Wasslam...
Created by : Hikma J
0 komentar:
Posting Komentar